Gelap Gulita (Sebuah Pengakuan Akan kekhilafanku…)

terang-bulanDari balik jendela

Pemandangan diatas sekilas menggambarkan keadaan di Palopo saat ini. Betapa tidak semenjak banjir yang melanda kota ini (04/11) beberapa tower milik PT. PLN mengalami kerusakan. Iya, tower yang rusak tersebut menjadikan Kota Palopo seperti kota mati. Setiap hari listrik padam akibat pemadaman bergilir, belum lagi pemadaman tersebut sampai beberapa jam malah bisa sampai seharian. Pada malam hari seperti tidak ada kehidupan yang menggambarkan kegiatan kota seperti biasanya yang ada hanya cahaya lampu kendaraan dan pekatnya debu yang beterbangan akibat kendaraan yang melintas.

Malam tadi sekitar pukul 19.00 sembari menunggu listrik nyala kembali setelah sebelumnya padam sewaktu sore kududuk di teras atas rumahku sambil memandangi  keadaan langit yang cukup terang dengan bulan yang bentuknya bulat dan sesekali ditutupi awan tipis yang bercerai berai namun tampak memenuhi seluruh langit yang kusaksikan keheningannya. Belum sadar saat memandangi ciptaan Tuhan itu, tampak dari arah sebelah kanan bulan melintas sebuah cahaya panjang yang kejadiannya mungkin hanya sedetik saja. Jelas sekali kalau itu adalah sebuah meteor atau bintang jatuh. Bintang jatuh yang identik dengan kepercayaan orang kalau kita menyaksikannya dan memohon sesuatu mudah terkabul.

Sepintas ingin segera memohon sesuatu tapi tidak jadi akibat seperti tertahan sesuatu. Dalam pikiranku, kalau saya menyaksikan bintang jatuh dan memohonkan sesuatu, apakah dengan berharap bintang tersebut bisa mengabulkan permintaan itu?, Apakah benda yang belum sampai di bumi tersebut bisa mengabulkan permintaan saya sementara dia muncul dan langsung menghilang begitu saja? saya rasa tidak. Saya kemudian berkata dalam hati kalau kejadian alam tersebut adalah ciptaan dari Allah yang mengatur semua isi bumi dan langit, yang menentukan apa saja yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kalau saya memohon pada benda yang hanya sementara muncul dan hilang begitu saja tentu saya akan menjadi seorang manusia yang musyrik, manusia yang sangat dibenci oleh Allah karena menyembah sesuatu selain Dia. Tentu ini harus kuhindari dan tidak boleh saya lakukan!.

Meteor atau bintang jatuh itu memang menakjubkan, membuat kita seperti terperangah namun dia datang untuk menunjukkan kalau dia adalah ciptaan dari yang maha kuasa. Mengingatkan kita akan kebesaran-Nya. Ingat, jangan memohon pada dia namun memohonlah pada penciptanya. Jangan sampai kita melakukan salah satu dosa yang paling besar yaitu Musyrik yang nyata-nyata tidak akan diampuni dosanya.

Malam ini saya kemudian memahami kalau kejadian malam yang gelap gulita bisa menyadarkan saya akan salah satu kesalahan yang mungkin saja dapat saya lakukan. Niat untuk memohon sesuatu setelah saya melihat bintang jatuh saya urungkan dan kemudian saya memohon kepada Allah agar dosa-dosa yang saya lakukan mudah-mudahan  diampuni…

One thought on “Gelap Gulita (Sebuah Pengakuan Akan kekhilafanku…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s