November Rain Part 1

Bulan November 2008 merupakan bulan yang mungkin bulan yang bikin sedih baik itu saya sendiri maupun orang lain yang bernasib sama di Kota Palopo. Penghujung tahun Palopo diberikan cobaan cukup besar dengan diberikan kiriman banjir bandang. Banjir yang menurut saya selama hidup tidak pernah alami yang seperti ini di Kota Palopo memberikan banyak penderitaan, kesedihan, kerugian dan lain-lain.

Palopo mendapatkan banjir yang kalo bisa dipetakan hanya menimpa daerah kota bagian tengah disekitaran sungai Latuppa sehingga Memberikan nafas bagi yang jauh dari daerah aliran sungai latuppa yang membelah kota Palopo. Bersyukurlah mereka yang bisa tinggal jauh dari  aliran sungai Latuppa yang menurut saya dari dulu memang kurang bersahabat bila dibandingkan dengan sungai Boting yang juga membelah kota Palopo. Sungai yang sering meluapkan amarahnya dan menimbulkan kerugian hampir disetiap tahunnya dan tidak tau ditujukan kepada siapa amarah itu…

Tanggal 04 Nopember banyak kejadian yang membuat adanya  kesedihan, tangisan dan kebencian. Hari itu siangnya didekat rumah, tetangga yang kalah dalam hak kepemilikan tanah terpaksa harus meninggalkan tempat yang mereka tinggali dari lahir dengan mendapatkan kompensasi dalam tiga hari harus mengosongkan lahan. Belum lagi malamnya setelah hujan deras yang mengguyur membuat Palopo dalam sekejap di terjang banjir bandang yang membuat warga panik, takut jika banjir yang melanda semakin membesar. Ketika masing-masing sibuk menyelamatkan harta bendanya ditengah guyuran hujan deras timbul masalah yang lain. Tetangga dan juga sobatku yang baru saja tiba hari itu di Palopo sehabis mengadu nasib di Arab Saudi sebagai Anggota Kapal kemudian bersama keluarganya mengungsi akibat rumah mereka semakin lama air banjir makin tinggi rumahnya terbakar akibat lilin yang dinyalakan lupa dimatikan sesaat mereka akan mengungsi. Lilin yang mungkin terjatuh akibat air yang mengambangkan benda yang berada  diatas benda yang mudah terbakar. Kasihan dan turut belasungkawa atas musibah yang menimpamu bro, mudah-mudahan kamu diberikan kekuatan, dibalik musibah itu pasti ada hikmahnya dan Insya Allah tuhan akan memberikan nikmatNya suatu saat nanti.

Tak lupa juga saya ucapkan belasungkawa atas keluargaku yang masih dalam keadaan bersedih atas meninggalnya anak mereka akibat terbawa arus banjir. Tak seharusnya begini kejadiannya dan cukup sudah cobaan yang menimpa mereka. Cobaan yang harus ditanggung bersama-sama dan seharusnya kita mulai sadar apa yang menjadi dasar dari musibah ini dan menelaahnya. Coba tegapkan kepala kalian dan tegarlah meskipun itu berat kalian lakukan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s