PSM Makassar VS Persela Lamongan

Pertandingan antara PSM Makassar melawan Persela Lamongan yg berlangsung semalam (15/9) begitu sangat mengecewakan saya, soalnya laga yang seharusnya bisa menjadikan PSM dapat memenangkan pertandingan tersebut malah mengalami kekalahan yang begitu menyesakkan dada. Pertandingan yang sebenarnya masih berjalan terpaksa harus dihentikan oleh wasit karena supporter tidak dapat menerima kekalahan anak juku eja yang bermain dikandang sendiri.

Para supporter yang begitu marah mengganggu jalannya pertandingan dengan melemparkan botol minuman dan batu kedalam lapangan. Itupun belum cukup, mereka juga melakukan pengrusakan pagar pembatas dan masuk kedalam lapangan sehingga pertandingan jadi kacau dan diberhentikan.

PSM yang tertinggal 1-3 sementara oleh Persela Lamongan harus berbesar hati karena dengan adanya kekacauan tersebut tentunya akan mendapatkan sanksi yang pastinya akan diberikan oleh PSSI baik itu pertandingan yang tidak akan dilanjutkan, denda, maupun larangan bermain di kandang sendiri untuk laga selanjutnya, tentunya ini jelas menjadi kerugian yang begitu besar yang harus ditanggung.

Sikap supporter kita yang belum dewasa dalam memahami kalah dan menang tersebut ditunjukkan dengan sikap yang tidak sportif. Memang saya juga tidak senang jika tim kesayangan saya kalah dalam pertandingan, tetapi juga pertandingan ada kalah menang ataupun seri itu semua bisa saja terjadi, dan jika seri atau kalah terimalah dengan lapang dada mesti sakit. Memang beginilah wajah persepakbolaan kita yang dari dulu tidak pernah hilang. Maunya disetarakan ato dibilang jago tapi tidak ha!!!, mana bisa berkembang kalo kalo supporternya pa’bambangang na pasolang!! dalle’ terusji diharap tapi belum selamanya bisa dapat dewi fortuna. Untung itu 1-3 kalo lebih dari itu mungkin abismi stadion tempatnya nonton tim kesayangannya dibongkar!.

One thought on “PSM Makassar VS Persela Lamongan

  1. Kebrutalan sporter pada pertandingan PSM V Persela, bukan hanya disebabkan oleh kekalahan PSM, tetapi lebih cenderung oleh kekecewaan sporter atas perlakuan yang diterima selama ini. Coba tengok saat masuk, terutama pada penonton tribun tertutup, antrinya sangat lama, lorongnya becek, pintu dibuka ala kadarnya, dan sangat arogan. setelah masuk, syukur-2 jika mendapat tempat paling atas. jika tidak tinggal kepalanya orang yang berdiri di pagar pembatas yang kelihatan. Kenyamanan menonton sudah sangat jauh dari harapan. Kenyataan tidak jauh berbeda dengan di tribun tertutup. Penjaga pintu sangat arogan.
    Ketika peristiwa kerusuhan terjadi yang paling saya sesalkan adalah petugas (steward) yang lebih bringan daripada sporter. Sudah peringati berkali-kali tetap melayani sporter yang brutal. Anda saya para steward mengendalikan emosi, sutuasi tidak terlalu parah. koq ikut melempar. Coba lihat polisi ketika itu karena mengetahui kondisi massa, mereka lebih menahan diri. makanya waktu ada steward yang kena lemparan, penonton di tribun tertutup sebagian penonton meneriakinya dengan kata ‘CIDDA, dan JARRAKO.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s