Sok Tau Malah Jadi Apes

Malam itu kebetulan saya tidur lebih awal dari jam-jam tidurku dibanding malam sebelumnya. Ini kejadian 2 malam lalu kira-kira jam 21.30 yang membuat saya sampai sekarang senyum-senyum terus apabila mengingatnya. Memang keliatannya sepele tapi ini kejadian terakhir dari beberapa kekonyolan-kekonyolan yang saya dapatkan. Waktu itu saya terbangun karena mendengarkan suara deringan dari HPku. Saya lalu melihat siapa yang memanggil-manggil itu dan ternyata si dia yang setiap saat selalu menonjolkan “sotta”nya (sory nah saya cerbel ki :D).
Dengan hati agak malas tapi senang juga akhirnya sayapun menjawab panggilan dia. Dia mulai menyapa “hai napa tidak kita angkat-angkat HPta dari tadi?”, belum saya menjawabnya dia kemudian berkata lagi ”hari ini kan kartu ke sesama Simpati lagi gratis bicara!”. Terus saya menjawab “sory saya tidak dengar tadi suara HPku karena terlalu enakmi tidurku, masa’?” dengan nada agak bertanya kepalaku kemudian mulai dipenuhi banyak pertanyaan. Nih anak dapat info dari mana kalo hari ini nelpon ke sesama simpati lagi gratis ngomong?. ”nda salah jiki kah?” dia pun menjawabnya “iya benar simpati hari ini lagi gratis”. Setelah melalui debat tingkat tinggi cieee dan tak ada kata mufakat dia pun berkata “kalo gitu saya matikanmi ple dulu na moka cek pulsaku”, saya pun menjawab “iye”.
Setelah menunggu beberapa lama dan dia tak kunjung nelpon balik saya kemudian memutuskan untuk mencoba menghubungi dia namun nomornya kini tidak aktif lagi. Memang hari itu dia baru saja membeli kartu perdana Simpati, Trus saya mencoba untuk menghubungi nomor ASnya dan akhirnya berhasil. “Bagaimana masih gratis tidak?” dengan nada sedikit meledek. “Sory saya tadi kebelet pipis jadi tidak sempat nelpon balik. “Masih gratis?”, dia pun menjawab mungkin dengan senyum malu-malu kecut, “habiski pulsaku”. “hmm” Rasanya mau ketawa tapi kasihan juga karena memikirkan wajahnya. Lalu saya pun berkata “makanya kalo ngomong jangan asal keluar saja, begitu mi jadinya hahaha”. Akhirnya saya pun tertawa tidak tertahan lagi. Terus saya menambahkannya lagi “Memang begitumi kalo sotta orang”.
Memang sih kalo penyakitnya kambuh kayak orang yang tau semuanya sampai pernah juga saya mengalami kejadian konyol sewaktu mau jalan-jalan ke Gramedia Mall Panakkukang. Sampai di depan mall saya bilang sama dia “Gramedianya di mana?kamu liat ji?”wajar karena saya memang tidak pernah jalan ke Gramedia Mall tersebut. Dengan tenang dia menjawab “masuk saja dulu saya liatji, dilantai 3”. Setelah sampai di lantai 3 saya kembali bertanya “Gramedianya dimana?”, “tuh dekat mi”. Setelah berjalan sedikit demi sedikit untuk kali terakhir saya bertanya “ini sudah sampai di Carrefour, kayaknya nda adami Gramedia di sini. pasti kambuh mi seng lagi sotta mu”.
Akhirnya kamipun berbalik dan mulai mencari lagi di mana keberadaan Gramedia. Setelah melihat papan penunjuk, ternyata Gramedia memang ada di lantai 3 tapi lantai 3 yang berada di sebelahnya yang tidak bersambungan langsung dengan lantai tiga menuju ke Carrefour. Huh dasar seandainya saya tau kalo dia juga tidak tau Gramedia ada di mana mungkin tidak begini jadinya. Dasar… si Sotta dengan wajah tak punya dosa yang selalu sotta dan sotta :-*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s