Akhirnya Saya Makan Pacco Juga Hahaha…

Setelah berapa lama tidak makan makanan khas daerahku, akhirnya keinginan itu terkabul juga. Tadi pagi saya berhasil berhasil dan berhasil bikin acara pacco. Kemarin memang sudah saya atur sama temanku kalo hari ini acara makan pacco harus terlaksana jadi jam 02.00 saya paksakan untuk segera bisa bangun sepagi-paginya.
Alarmpun saya setel jam 06.00 biar bisa pagi-pagi benar ke pasar untuk beli ikan segar, tapi setelah keesokannya saya tetap saja telat bangun pagi. Jam menunjukkan pukul 7 pagi saya terbangun setelah mendengar suara temanku yang memanggil-manggil namaku. Dengan segera bangkit dari tempat tidur (agak tempat tidur tapi lebih mirip tempat penyimpanan barang) dan melihat keluar kalo temanku Acca sudah datang untuk segera bersama-sama cari ikan segar bahan pacco.
Masuk ke kamar mandi cuci muka dan siram kepala agar tampak seperti selesai mandi pun saya lakukan biar agak segar dikit mukaku. Minum segelas air putih dan saya pun cabut mencari bahan pacco.
Misi pertama yaitu mencari dange di daerah Sudiang. Setelah sekitar 30 menit naik motor kamipun sampai di tempat penjual pacco. Kami memasuki sebuah warung yang menjual berbagai makanan khas Palopo dan bertemu seorang gadis yang mungkin pemilik dari warung tersebut dan bertanya “Apakah ada dange kita jual???” sambil berharap apa yang kami cari itu ada. Gadis itupun menjawab “Ada, 1000 rupiah per 3 lembar”. Dengan hati senang hati saya pun bertanya kembali, “kalo bgitu belika 5000 rupiah” dan menyerahkan lembaran uang sebesar Rp.5000 kepadanya. Diapun segera masuk ke dalam dan balik kembali dengan sebuah kantung plastik berisi dange. “Maaf dangenya tinggal 4000 rupiah karena sudah habismi” sambil mengembalikan uang seribuan ke kami dan tersenyum. Walau dengan perasaan sedikit kecewa karena dangenya tinggal berapa lembar tapi misi pertama kami sudah komplet dan tinggal tancap gas ke pasar buat cari bahan-bahan lainnya.
Dewi fortuna mungkin lagi pulang ke rumahnya ketika kami akan menuju ke pasar, pas handle gas motor ditarik sekitar 3 kali terdengat bunyi krak dari bawah motor. Pertamanya sih saya kira itu cuman bunyi biasa saja tapi setelah temanku betot gas motornya lagi sampai bunyi mesin (kira2 sekitar 16.000 rpm :D) namun motor tak kunjung berlari sayapun tersadar kalo motor ini ada masalah. Dengan segera kamipun menghentikan motor dan melihat kalo ternyata rantainya terputus. Setelah beberapa menit keliatan kayak orang bego yang mencoba menyambung kembali rantai yang terputus itu, maka kamipun berinisiatif membawanya saja ke bengkel terdekat. Mumpung masih pagi jadi saya anggap saja ini sebagai olahraga pertamaku sejak berapa bulan tidak pernah olahraga😀. Setelah mendorong sekitar beberapa ratus meter bengkel pun kami dapat dan mekanik bengkel tersebut kemudian menyambung ulang rantai yang putus tersebut.
Setelah motor selesai diperbaiki kami langsung pulang balik ke rumah dan ganti motor yang lain karena takut rantainya putus lagi di tengah jalan saat ke pasar nanti. Sesampai di pasar kami pun membeli berbagai bahan-bahan pacco dan segera balik ke rumah.
Semua bahan sudah ada tinggal di buat saja. Saya dan teman saya adhy bertugas memisahkan daging ikan dengan tulangnya sedangkan temanku yang satu lagi bertugas membuat lombok dan lainnya. Setelah semuanya selesai dengan air liur yang sudah jatuh berceceran di lantai kami segera menyantapnya. Hmmm rasanya enak sekali men dan pedisnya itu yang bikin mau tambah terus. Apalagi setelah sedikit demi sedikit ikan saya lahap bersama dengan dangenya terasa seperti lagi di langit ketujuh itupun sudah di atas atapnya lagi. Tak terasa air liurku sudah bertambah banyak seiring dengan semakin pedasnya pacco yang kumakan dan terus bergulat hingga saya merasa tak sanggup lagi untuk meneruskannya. Air es pun kuraih mencoba menghilangkan rasa pedas yang terasa sangat nikmat sekali. Sayapun bersimbah keringat sebesar biji jagung di sekitar tubuhku. Owhhh nikmat nian…
Pacconya memang sedikit sehingga rasanya agak tanggung dan mau tambah lagi tapi lumayan bisa mengobati rasa ingin makan pacco setelah sekitar berbulan-bulan makanan tersebut tidak pernah menjamah saya😀.
Eh kalau teman-teman ada yang mau acara pacco silahkan hubungi saya nah mumpung saya masih merasa tanggung makan pacco pedaz, nikmat, dan menggugah gairah hari ini. ok?

2 thoughts on “Akhirnya Saya Makan Pacco Juga Hahaha…

  1. mmmmmmmmmm…. jadi rindu makanan palopo juga….
    huak.z…

    kapurung itu…. terakhir makan pas lebaran ortu temanku datang ke sby buatin… enak banget…

  2. duh…kangen makan dangeeee……dah 7 tahun kurindu makanan itu, sampai sekarang masih ngiler… kalo kapurung dan pacco’ bisa kubuat sendiri di mana saja tapi dange…oh >>Ngidam mode on

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s