Arsip

Archive for the ‘Bijak’ Category

Hanya Untuk Berbagi

16 Maret 2009 omeng 2 komentar

Tadi sempat smsan sama seorang yang sudah saya anggap sebagai adik sendiri, kenalnya belum lama ini lewat dunia maya. Terasa sudah sangat dekat dengan dia walau tak pernah bertatap muka secara langsung karena beda daerah. Tapi tidak jadi masalah karena seringnya kami berhubungan baik itu lewat email, nelp atau sekedar smsan.

Dian Risdianti namanya, berdomisili di Sorong. Masih duduk di bangku sekolah, tepatnya kelas 2 SMU. Kulitnya sawo matang dengan wajah yang manis juga ramah, berdarah campuran Sulawesi Selatan dan Bengkulu/Sumatera Barat. Dari cara berbicara dia sudah agak dewasa dengan umur sekitar 17an.

Dia sempat bercerita tentang riwayat hidupnya yang memiliki kenangan yang cukup bikin hati saya jadi miris. Bercerita tentang kisah hidupnya yang memang sulit untuk dia lupakan. Saya akan menceritakannya tapi mungkin lebih baiknya saya mohon izin dulu kalau Dian membacanya, tujuan saya hanya untuk berbagi. Dan kisahnya saya ceritakan lewat bahasa sms saja.

Read more…

Dari Milis Sarikata dot com

9 Desember 2008 omeng Tinggalkan komentar

Cinta Dan Perkawinan

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya? “

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah
satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Read more…

Categories: Bijak Tag:, , ,

Jangan Lupakan ini…

Kadang kita dalam menghadapi sesuatu yang terasa begitu sulit membuat kita sedih dan merasa itu adalah awal dari kehancuran kehidupan kita, merasa kesedihan itulah yang menjadi penyebab kita jadi sengsara. Masalah yang datang silih berganti menjadikan kita seperti tak berdaya dan bertanya pada tuhan ujian apa yang lagi di berikan kepada kita.

Memang dalam menghadapi kesulitan akan terasa begitu sakit tapi dibalik kesedihan itu akan ada hikmah yang akan kita dapatkan. Dalam menyelesaikan masalah tersebut tak semuanya memang dapat diselesaikan dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh kesabaran dan kerja keras untuk keluar dari kesedihan itu.
Ingat tuhan tidak akan memberikan ujian kepada umatnya melebihi dari batas kemampuan kita dan pasti tuhan telah memperhitungkan semuanya. Semakin banyak ujian yang kita dapatkan maka semakin bijaklah kita dalam menyikapi itu semua. Tentu ini akan semakin menguatkan kita dalam menghadapi kesedihan.

Kesedihan bisa menjadi sebuah pisau tajam yang membunuh akan tetapi bisa pula menjadi alat dapur kehidupan yang sangat membantu pekerjaan kita. Jadi biarkanlah kesedihan datang untuk menguji sampai di mana kebijakan kita dalam menyikapinya.
Matahari yang panas akan membuat bunga bisa mekar, hujan yang deras akan membuat rumput menjadi lebat dan semakin hijau.

By Meng

Categories: Bijak